Sabtu, 29 Februari 2020

BERSATU DALAM PERBEDAAN


Karya : ELE 
(Pengurus UKM PersMa RI)

Mengenal dari  titik nol negara ini, 
Tergambar melalui sisi utara hingga timur, 
Tercipta banyak keberagaman nyata ,
Semua mata menyebut ini sebagai surga dunia.

Ruang yang memiliki kejauhan  8.514 kilometers, 
Terlihat sabang yang menghampiri merauke,
Terhampar pulau kecil yang menjelma kota-kota, 
Keberagaman muncul diantara  mereka .

Rumah Gadang kokoh menuju rumah honai nan unik, 
Mie aceh  bersanding dengan ikan bungkus, papua,
Tari kecak nan elok bersahabat dengan tari cikalele,
Suku batak, sumatera utara bertegur sapa dengan suku flores, NTT.

17.504 pulau milik penduduk ramah tamah, 
Di ramaikan dengan 207 juta pasang mata,
Beda agama, beda suku, beda ras, 
Satu bahasa, satu bendera, satu landasan. 

Bhinneka tunggal ika  milik Indonesia, 
Berisikan budaya dan kulit berwarna, 
Bersatu untuk melestarikan, 
Bersatu dalam perbedaan.

Kamis, 27 Februari 2020

WANITA SETELAH IBU


Karya : Fitriyana Asmat
(Anggota PersMa RI)


Ku datang untuk mu
Melepas semua rindu
Mata terpejam diam
Air tak henti menetes

Tangis sendu teringat mu
mengiringi pergi mu
tersayat perih di kalbu
Hati tak berucap di hari itu

Teringat masa bersama
Tak luput oleh waktu
Masa kecil ku bersama mu
Masa besar ku tanpa mu

Senyuman manis milikmu
Melekat dalam ingatan ku
Kau belahan jiwa ku
Wanita setelah ibu
Bahagia lah di alam mu

Rabu, 26 Februari 2020

Cerita Mini : Penikmat Luka





Ada berjuta baris kata yang tak mampu untuk bibir ucapkan. Namun masih mampu dirangkai oleh jemari. Aku biarkan diriku bersahabat dengan kertas dan pena menuliskan bait-bait tentangmu dan disaksikan oleh semesta.

"Kita putus!"

Dua kata yang baru saja diucapkan orang didepan Maudy sekarang membuatnya terdiam. Cukup lama Maudy mencerna kalimat itu.

"Kenapa?" tanya Maudy dengan suara kecil.

"Bosen," jawab cowok itu santai.

Maudy menghela nafas panjang, dadanya mendadak sesak.
Ternyata Maudy salah, orang yang dianggap akan terus mencintainya tapi ternyata dia adalah pemberi luka.

"Kamu selingkuh?" tebak Maudy, dan seketika mimik wajah cowok itu menjadi panik.

Tiba-tiba ponsel mantan kekasihnya berdering tanda notifikasi masuk. Maudy meliriknya dan terlihat jelas nama seorang wanita tertera disana.

Maudy memejamkan matanya sejenak, "semoga kamu bahagia dengan pacar barumu." umpatnya dengan suara pelan namun masih bisa terdengar.

Maudy berdiri dari tempat duduknya, "aku pamit." Maudy mengambil Sling bag nya dan pergi meninggalkan mantan kekasihnya.

******

Sebuah notif dari line masuk. Maudy bisa melihat nama Ray melintas di bilah notif. Ia segera membuka isi line yang barusan saja masuk.

Ray_prstya

Dy, maaf.

Maudyfatya_

Hai Ray, benarkan apa yang ku ucapkan? Suatu saat kita pasti akan berpisah. Entah karena aku yang sudah lelah dengan sikap tidak peduli mu, atau kadaluarsa nya cinta yang kau berikan padaku. Aku pun tidak tau mengapa kita berpisah. Dan kamu tau Ray? Aku sudah lama menanti kerinduan gila ini. Tapi kamu  malah pergi begitu saja dengan pacar baru mu, semoga kamu  bahagia dengan pacar baru yang kamu  punya.
Terimakasih Ray udah pernah singgah di hidupku.

Karya : Rein
(Pengurus UKM PersMa RI)

Minggu, 23 Februari 2020

Dimensi





Dimensi
Karya : Laila Endah
(Anggota PersMa Raden Intan)


Kutengok kembali
Dengan tatapan penuh binar
Sebuah untaian singkat penuh makna
Kian terbentang difikiran
Terus mengusik konsentrasi
Seakan kau masih ada di dalamnya
Disetiap katanya

Tidak!
Aku baru menyadarinya
Setelah menelaah
Bagai pukulan kelak untukku
Yang tersisa penyesalan dan rasa bersalah

Mengapa ruang itu tidak lagi ada?
Yang ada hanya Ruang pemisah
Yang tak bisa ditelaah logika
Kekosoangan dibalik semua rasa

Menetaplah diruangmu
Kukirimkan rinduku dalam untaian doa
Untuk tetap menemanimu
menjaga dari kesendirianmu

Post By : Rein

Rabu, 18 Desember 2019

Asupan Kata Tanpa Rasa

~Puisi~

Pernah aku mencoba mencicipi kembali itu manisnya mencintai...
Lagi-lagi rasanya sakit di hati..
Ternyata mencintai tak senikmat hitamnya kopi...

Pernah pula aku menikmati kembali apa itu mencintai sendiri...
Lagi-lagi rasanya perih di hati...
Ternyata mencintai sendiri tak senikmat makan roti di pagi hari...

Pernah pula aku mencoba menikmati berdrama di dunia ini dengan senyum di tiap hari...
Lagi-lagi menyesakkan hati...
Ternyata pura-pura bahagia tak senikmat makan nasi dengan indomie...



Karya  : Rein
(Anggota Persma RI)

Post By : Tasel

Peran Usang

~Puisi~

Tulisan adalah sebuah perasaan atau keinginan seseorang...
Yang bisa jadi perantara atas doa yang tak terutara oleh kata...
Dari Seseorang yang berdiri di tempat paling sunyi malam itu...
Ku tuliskan harapan pada secarik kertas
Ku goreskan perlahan lahan...
Penaku menari nari di atasnya...
Persis sama dengan hembusan angin...
Tidak banyak kata yang dapat ku tulis..
Semoga kelak kita dapat bersama...
Aku menjadi yang terakhir untukmu...
Dan kamu menjadi yang terakhir untukku...


Karya : Nesi pratama
(Anggota Persma RI) 

Post By  :  Tasel

Selasa, 17 Desember 2019

Sebentar Saja

~Puisi~

Jiwa terkubur di bumi,
Berotasi dalam gelapnya malam
Estetika manusia jadi syukur

Yang terlampau indah membaur___
‘Saat matanya ikhlaskan pedih’
‘Saat langkahnya rindukan kasih’
‘Saat bibrinya tak pernah merintih’
‘Saat raganya tak pernah risih’

Kekuatannya adalah hiburan___
‘Untuk setiap hati yang pedih’
‘Untuk setiap hari yang perih’
‘Untuk semua yang pernah ada’
‘Dan untuk semua yang telah tiada’

Semangat, berteman dengan semesta
Yang selalu bisa menumpahkan bahagia...

Kepada manusia yang siap menerima duka...


Karya :  Bunga Tunas
(Anggota PERSMA RI) 

17 Desember 2019~

Post By :  Tasel