Ada berjuta baris kata yang tak mampu untuk bibir ucapkan. Namun masih mampu dirangkai oleh jemari. Aku biarkan diriku bersahabat dengan kertas dan pena menuliskan bait-bait tentangmu dan disaksikan oleh semesta.
"Kita putus!"
Dua kata yang baru saja diucapkan orang didepan Maudy sekarang membuatnya terdiam. Cukup lama Maudy mencerna kalimat itu.
"Kenapa?" tanya Maudy dengan suara kecil.
"Bosen," jawab cowok itu santai.
Maudy menghela nafas panjang, dadanya mendadak sesak.
Ternyata Maudy salah, orang yang dianggap akan terus mencintainya tapi ternyata dia adalah pemberi luka.
"Kamu selingkuh?" tebak Maudy, dan seketika mimik wajah cowok itu menjadi panik.
Tiba-tiba ponsel mantan kekasihnya berdering tanda notifikasi masuk. Maudy meliriknya dan terlihat jelas nama seorang wanita tertera disana.
Maudy memejamkan matanya sejenak, "semoga kamu bahagia dengan pacar barumu." umpatnya dengan suara pelan namun masih bisa terdengar.
Maudy berdiri dari tempat duduknya, "aku pamit." Maudy mengambil Sling bag nya dan pergi meninggalkan mantan kekasihnya.
******
Sebuah notif dari line masuk. Maudy bisa melihat nama Ray melintas di bilah notif. Ia segera membuka isi line yang barusan saja masuk.
Ray_prstya
Dy, maaf.
Maudyfatya_
Hai Ray, benarkan apa yang ku ucapkan? Suatu saat kita pasti akan berpisah. Entah karena aku yang sudah lelah dengan sikap tidak peduli mu, atau kadaluarsa nya cinta yang kau berikan padaku. Aku pun tidak tau mengapa kita berpisah. Dan kamu tau Ray? Aku sudah lama menanti kerinduan gila ini. Tapi kamu malah pergi begitu saja dengan pacar baru mu, semoga kamu bahagia dengan pacar baru yang kamu punya.
Terimakasih Ray udah pernah singgah di hidupku.
Karya : Rein
(Pengurus UKM PersMa RI)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar